Sang Pembesar Dengan Pemikiran Kerdil

secangkir kopi pahit

Pada suatu kesempatan sebuah industri besar melakukan pertemuan dengan para pekerjanya sebagai bentuk kegiatan temu ramah antara para pembesar dan pekerja. Dalam kesempatan berjalan santai dengan suguhan sekotak nasi goreng terlezat di kota itu, para pembesar memberikan arahan kepada seluruh pekerjanya.

Dari seluruh arahan yang disampaikan sebenarnya sederhana dan ringan-ringan saja tidak ada yang terlalu spesifik dan teknis, mungkin juga dikarenakan pertemuan tersebut hanya sebagai acara temu ramah dengan salah satu pembesar baru di industri tersebut. Namun yang menarik perhatian ada salah satu pembesar mengatakan “saat ini, industri ini sudah memiliki pembesar baru yang akan menjadi pilot atau nakhoda bagi industri yang kita cintai bersama. Jadi biarkan sang pilot bekerja dengan baik dan jangan lagi ada yang mengganggunya agar sang pilot atau nakhoda bisa bekerja maksimal.”

Mengamati dari pernyataan si pembesar tersebut sepertinya ia merupakan salah satu orang yang takut di kritisi atau anti kritik, sehingga belum apa-apa ia sudah membentengi pilot atau nakhoda yang baru ini dengan perisai pelindung yang tidak bisa disentuh dengan pemikiran-pemikiran kritis dari para pekerja di industri tersebut.

Si Pembesar tersebut mungkin lupa kalau seorang pilot atau nakhoda yang tangguh dan mampu bertahan di segala medan adalah yang dibentuk oleh berbagai macam turbulensi dan badai serta gelombang yang tinggi.

Bagaimana sang pilot atau nakhoda bisa bertahan sedangkan ia hanya mampu membawa pesawat atau kapal dalam cuaca yang tenang dan laut yang teduh seperti kolam renang. Saat cuaca dan laut menjadi liar tak terkendali  akan di pastikan ia bersama penumpangnya tidak terselamatkan.

Jika seorang pembesar memiliki sifat penakut terhadap kritik alias anti kritik, bagaimana ia mampu membawa industri yang dipimpinnya bisa berkembang dan maju karena secara tidak lansung ia akan menciptakan budaya takut di lingkungan kerja, menghambat perbaikan dan inovasi, tertutup dari kebenaran, rentan membuat keputusan yang keliru dan akan kehilangan kepercayaan publik.

Seharusnya seorang pembesar memahami apa yang ia sampaikan jangan hanya posisi atau tubuhnya saja yang besar namun otak dan pemikirannya kerdil. Jangan lupa menikmati secangkir kopi kawan agar otak dan pikiran kita tidak kerdil.

Exit mobile version