Ada satu kutipan dari Plato, yang cukup menampar realita hidup yaitu “Orang-orang yang berani mengatakan kebenaran akan selalu dibenci oleh mereka yang mendapatkan keuntungan dari kebohongan.” Memang terlihat sederhana, namun jika direnungkan, rasanya seperti luka yang masih terbuka disiram air garam. Pedih bro, tapi menyadarkan.
Ngomong benar itu nggak selalu enak, seperti pahitnya rasa kopi hitam. Apalagi kalau di sekitar kita banyak orang yang hidup nyaman dari kebohongan. Begitu kita berani buka suara, langsung deh, labelnya keluar: “sok tahu”, “bikin ribut”, “nggak tahu tempat”, bahkan kadang dituduh “nyari sensasi”. Padahal, yang kita lakukan cuma ngasih tahu kalau “itu salah.”
Tapi ya begitulah. Di dunia yang doyan pencitraan, orang jujur sering dikira provokator. Lucunya lagi, yang suka bohong malah dianggap diplomatis. Hebat, kan? Kebenaran disensor, kebohongan disponsori bro.
Kalau dipikir-pikir, kebohongan itu udah seperti bisnis yang menguntungkan, dikelola rapi, punya tim solid, dan hasilnya cuan. Mulai dari politik, media sosial, sampai kehidupan kantor.
Misalnya, politikus yang bilang “semua demi rakyat”, tapi yang kenyang justru rekening pribadi. Influencer yang ngomong “no filter, no edit”, padahal kamera HP-nya udah dipasang 16 lapisan kejujuran buatan. Belum lagi teman kerja yang bilang “tenang, nanti dibagi rata”, tapi yang dibagi cuma sisa-sisanya.
Kebenaran jelas nggak laku di pasar semacam ini. Soalnya, kebohongan itu lebih mudah dijual dan kemasannya lebih cantik, rasanya lebih manis, dan efeknya lebih cepat bikin viral. Ngomong jujur itu memang ngak buat ente cepat sukses dan kaya, namun bikin hidup ente jauh lebih ringan dan tenang bro.
Anehnya, orang-orang jujur justru membuat banyak pihak yang risih. Karena satu kalimat benar bisa mengguncang seluruh istana kebohongan. Makanya, banyak orang lebih memilih diam. Soalnya, ngomong jujur di zaman sekarang sering berujung diasingkan, bukan dihargai.
Tenang saja bro, sejarah selalu membuktikan bahwa orang jujur mungkin dibenci sekarang, tapi dikenang nanti. Memang, jadi orang jujur itu kayak jadi Wi-Fi gratis yang banyak dicari semua orang, tapi sedikit yang mau menghargai.
Kebenaran itu bukan soal siapa yang paling pintar berbicara, tapi siapa yang berani bicara walau tahu akan dibenci. Dan di zaman yang penuh drama ini, kejujuran adalah bentuk perlawanan paling elegan.
Jadi, kalau suatu hari ente dibenci karena berkata benar, jangan khawatir, itu tandanya ente sudah menyentuh saraf orang yang hidup dari kebohongan. Jangan lupa ngopi bro, agar tetap waras…


